Recent Posts

Kandungan Zat Kimia dalam Gas Air Mata dan Efeknya

22:56 Add Comment
infokimia.com – Gas air mata (tear gas) merupakan suatu campuran senyawa kimia yang kerap digunakan oleh petugas keamanan untuk menertipkan atau membubarkan aksi para demonstran yang cenderung anarkis. Menurut Encyclopedia Britannica, gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I dalam perang kimia. Di lapangan, senyawa gas air mata ditemukan dalam bentuk peluru dan ditembakkan dengan senjata khusus ke udara.

Kandungan Zat Kimia dalam Gas Air Mata

Gas air mata mengandung  berbagai macam senyawa kimia, antara lain Serbuk arang kayu, merica, potasium nitrat, silikon, sukrosa, potasium klorat, magnesium karbonat, dan senyawa halogen organik sintetik, seperti CS (o-chlorobenzylidenemalononitrile) dan CN (ω-chloroacetophenone). Secara teknis zat kimia dalam peluru gas air mata bukan berbentuk gas melainkan bubuk halus yang dapat mengembang ke udara apabila ditembakkan.

Gas air mata apabila ditembakkan ke udara dapat mengakibatkan produksi air mata berlebih, penglihatan kabur, dan iritasi. Selain itu efek jangka pendek lain yang ditimbulkan apabila menghirup air mata antara lain kesulitan bernapas, batuk-batuk, nyeri dada, hidung berair, hingga perasaan tercekik. Gas air mata sangat berbahaya apabila terhirup oleh penderita asma (sesak napas). 

Apabila gas air mata terhirup terlalu lama maka tubuh akan mengalami kontaminasi, sehingga dapat menimbulkan mual, muntah, dan diare. Selain gangguan pada kesehatan fisik, gas air mata juga menimbulkan gangguan pada psikologis. Gangguan tersebut berupa peningkatan emosi dan menimbulkan kemarahan dikarenakan suasana yang panas.

Bagaimana jika gas air matanya sudah kadaluarsa? Apakah masih bisa digunakan? Jawabannya tentu saja tidak. Gas air mata yang sudah kadaluarsa tentu kandungan zat kimia di dalamnya sudah berubah. Dan pasti akan mengakibatkan efek lain apabila digunakan. Gas air mata yang sudah kadaluarsa mengandung senyawa sianida dan fosgen. Sebagaimana kita ketahui, sianida merupakan racun yang sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian seketika. Sedangkan fosgen adalah salah satu senyawa yang dapat mengakibatkan kegagalan fungsi tubuh apabila terpapar.

Namun, kita tidak perlu takut, efek yang ditimbulkan dari gas air mata dapat dihilangkan dengan mudah, yaitu dengan mencuci mata dengan air bersih, dan minum susu untuk menentralkan racunnya. Hal lainnya yang dapat meminimalisir efek gas air mata adalah dengan memakai kaca mata pelindung (kaca mata renang), dan masker. 

Kandungan Kimia dalam Habbatussauda dan Manfaatnya untuk Kesehatan

22:08 1 Comment
infokimia.com – Habbatussauda merupakan nama lain dari biji jintan hitam yang berasal dari bunga tanaman Nigella sativa. Habbatussauda adalah tanaman asli asia selatan dan asia barat. Aroma dan rasa dari habbatussauda yang khas menjadikan ia sebagai salah satu bumbu penyedap masakan  timur tengah.

Penelitian tentang manfaat Habbatussauda untuk kesehatan pertama kali dilakukan oleh Ibnu Sina dan direkam dalam jurnal medisnya yang bernama Canon of Medicine. Hasil penelitian Ibnu Sina menunjukkan bahwa Habbatussauda memiliki manfaat sebagai obat asma dan masalah pernafasan lainnya.

kandungan kimia dalam habbatussauda

Kandungan Kimia dalam Habbatussauda 

Habbatussauda adalah tanaman yang sangat kaya akan kandungan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Minyak atsiri (ekstrak) dari habbatussauda mengandung senyawa nigellone, thymoquinone, thymohydroquinone,dithymoquinone, thymol, carvacrol,  d-limonene,  d-citronellol, p-cymene dan 2-(2-methoxypropyl)-5-methyl-1,4-benzenediol. Senyawa-senyawa tersebut merupakan kandungan utama dari ekstrak habbatussauda dengan persentase p-cymene (7.1% – 15.5%), carvacrol (5.8% -11.6%), dan yang terbesar adalah thymoquinone (27.8% – 57.0%).

Habbatussauda juga kaya akan kandungan asam amino dan mineral. Asam amino yang terkandung dalam Habbatussauda yaitu arginin, lisin, leusin, metionin, tirosin, prolin dan treonin. Dan mineral yang terkandung di dalamnya seperti kalsium, pospat, natrium dan zat besi. Selain itu Minyak atsiri Habbatussauda sangat baik dikonsumsi karena mengandung asam lemak tak jenuh, seperti asam linoleat (55,6%), asam oleat (23,4%), dan asam palmitat(12,5%).

Manfaat Habbatussauda untuk Kesehatan

Habbatussauda dalam pengobatan tradisional dimanfaatkan sebagai perangsang produksi ASI, obat cacingan, pelemas otot (diuretik), sakit kepala, sakit gigi, mata merah, wasir, alergi, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka semakin banyak manfaat dari Habbatussauda yang diketahui. Adapun beberapa manfaat Habbatussauda yang utama adalah sebagai berikut:

1) Habbatussauda untuk Mengatasi Gejala Diabetes

Habbatussauda mengandung senyawa thymoquinone (TQ) yang dapat menghentikan perkembangan penyakit diabetes tipe 1 seutuhnya. Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia pada tahun 2014.

2) Habbatussauda untuk Melawan Kanker

Habbatussauda mengandung senyawa antioksida berupa etanol. Etanol yang terdapat dalam Habbarussauda ditemukan 80% mampu melindungi tubuh dari stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

3) Habbatussauda untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Jurnal Evidance-Based Complementary and Alternative Medicine menyebutkan bahwa mengkonsumsi habbatussauda dapat meningkatkan kualitas sperma dan memperbaiki jaringan testis. Khusus bagi pria perokok sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi habbatussauda secara teratur untuk menentralkan racun nikotin yang berdampak negatif pada struktur jaringan testis.

4) Habbatussauda untuk Meningkatkan Daya Ingat dan Mencegah Kepikunan

Kandungan asam linoleat (omega 3) yang tinggi sangat baik untuk nutrisi perkembangan sel otak. Perkembangan sel otak yang baik akan meningkatkan daya ingat dan kecerdasan terutama untuk anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan. Selain itu Habbatussauda dapat memperbaiki peredaran darah ke otak, sehingga dapat mencegah kepikunan pada orang yang sudah lanjut usia.

Kandungan Kimia dalam Minyak Zaitun dan Manfaatnya untuk Kesehatan

23:56 1 Comment
infokimia.com – Zaitun (Olea europaea) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal di dalam kehidupan. Awalnya Zaitun ditemukan di Yunani sekitar 7.000 tahun yang lalu di daerah Crete. Dahulu Zaitun digunakan sebagai simbol perjanjian dan perdamaian serta dianggap sebagai pohon suci. Namun seiring berkembangnya waktu Zaitun telah menjadi salah satu komoditas pangan. Pohon zaitun dapat tumbuh hingga 15 meter  dan bisa hidup mencapai 1500 tahun. Sebuah pohon zaitun akan berbuah setelah mencapai umur 5 tahun.

Bagian utama dari tanaman Zaitun yang digunakan adalah buahnya. Buah Zaitun yang sudah matang memiliki warna ungu. Buah Zaitun yang sudah matang tersebut dapat menghasilkan minyak apabila diperas. Minyak zaitun (Olive oil) hasil perasan tersebut dapat langsung dikonsumsi tanpa harus melibatkan proses kimia lainnya. Apabila diproses dengan proses penyulingan maka akan diperoleh 5 jenis minyak zaitun, yaitu: extra-virgin olive oil, virgin olive oil, revined olive oil, pure olive oil, dan extra light olive oil.

kandungan kimia dalam minyak zaitun

Kandungan Kimia dalam Minyak Zaitun

Minyak Zaitun banyak mengandung zat kimia yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan kimia minyak Zaitun yang paling utama adalah squalene. Konsentrasi squalene dalam minyak zaitun adalah yang tertinggi dibandingkan dengan minyak lainnya, yaitu 2.500 sampai dengan 9.250 µg/g. Minyak Zaitun adalah minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh, yaitu asam oleat (omega 9) dengan kadar 55-85%. Kandungan kimia lainnya dalam minyak zaitun adalah turunan dari senyawa polifenol seperti fenol, tokoferol (vitamin E), dan sterol.

Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan

1) Minyak Zaitun untuk Menjaga Kekebalan Tubuh

Kandungan squalene yang tinggi dalam minyak Zaitun sangat bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh dan sebagai bahan baku pembuatan insulin bagi penderita diabetes. Squalene juga bermanfaat sebagai interferon inducer (IFN) untuk mengobati kanker.

2) Minyak Zaitun untuk Melembapkan Kulit

Kandungan vitamin E pada minyak Zaitun sangat bagus untuk kesehatan kulit. Penggunaan minyak Zaitun sebagai rutin akan memberikan kadar kelempapan alami pada kulit.

3) Minyak Zaitun untuk Mencegah Penuaan Dini

Minyak Zaitun mengandung asam linoleat yang berfungsi untuk menjaga kadar air pada kulit, khususnya kulit wajah. Pemakaian minyak Zaitun secara teratur akan membuat wajah menjadi awet muda dan mencegah penuaan dini.

4) Minyak Zaitun untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Minyak Zaitun merupakan minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh berupa asam oleat, sehingga mengkonsumsi minyak zaitun dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh untuk menjaga kesehatan jantung.

5) Minyak Zaitun untuk Menangkal Radikal Bebas dan Mencegah Kanker

Kandungan kimia berupa polifenol dalam minyak Zaitun berfungsi sebagai pembantu proses detoksifikasi molekul dalam tubuh. Sehingga tubuh akan terhindar dari serangan radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

Kandungan Kimia dalam Daun Sirih dan Manfaatnya untuk Kesehatan

22:35 1 Comment
infokimia.com – Sirih (Piper betle) adalah jenis tanaman yang tumbuh merambat atau bersandar pada pepohonan atau tanaman lain. Sirih merupakan tanaman asli Indonesia da sudah lama digunakan sebagai tanaman obat dan dalam upacara adat rumpun melayu. Pada tanaman sirih, bagian utama yang digunakan adalah daunnya.  Daun sirih memiliki aroma yang khas, yaitu aroma pedas, dingin dan tajam. Aroma tersebut disebabkan oleh kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalamnya. 

kandungan kimia dalam daun sirih

Kandungan Kimia dalam Daun Sirih

Kandungan kimia dalam daun sirih yang utama adalah minyak atsiri (betlephenol). Kandungan minyak atsiri dalam daun sirih yaitu 4,2%. Selain itu kandungan kimia dalam daun sirih adalah saponin, flavonoid, seskuiterpen, dan polifenol. Senyawa fenol dalam daun sirih memiliki turunan antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol dan allipirokatekol.

Manfaat Daun Sirih untuk Kesehatan dan Mengobati Penyakit

Penggunaan daun sirih sebagai obat sudah lama dikenal di dalam masyarakat. Pengobatan dengan daun sirih dapat dilakukan dengan meminum air rebusan atau mengunyah daun sirih secara langsung untuk pengobatan dalam. Sedangkan untuk pengobatan luar dapat dilakukan dengan mengoleskan ekstrak pada bagian tubuh yang terluka. Beberapa manfaat atau khasiat dari daun sirih bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

1) Daun Sirih sebagai Anti Mikroba 

Senyawa saponin yang terdapat dalam ekstrak daun sirih dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur (cendawan). Sehingga digunakan sebagai bahan untuk menghilangkan bau badan dan mengatasi keputihan pada wanita. Saat ini sudah banyak beredar produk sabun atau salep yang terbuat dari ekstrak daun sirih.

2) Daun Sirih sebaga Anti Pendarahan

Apabila terjadi luka, ekstrak daun sirih dapat digunakan untuk menahan pendarahan. Selain itu ekstrak daun sirih juga dapat menyembuhkan pendarahan hidung (mimisan). Cara penggunaannya adalah dengan menempelkan daun sirih yang sudah diremas-remas pada bagian luka atau menyumbat hidung yang mengalami mimisan.

3) Daun Sirih sebagai Anti Alergi

Ekstrak daun sirih dapat mengobati alergi pada kulit seperti gatal-gatal. Cara penggunaanya adalah dengan mengoleskan ekstrak daun sirih atau menggosokkan daun sirih pada bagian kulit yang gatal-gatal.

4) Daun Sirih sebagai Antioksidan

Meminum air rebusan daun sirih dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. Air rebusan daun sirih dapat mempertahankan pH tubuh pada keadaan basa, sehingga pembentukan radikal bebas dalam tubuh dapat dicegah.

5) Daun Sirih sebagai Pestisida

Kandungan fenol dan kavikol pada daun sirih dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk menanggulangi hama pada tanaman.

Kandungan Kimia dalam Kunyit dan Manfaatnya bagi Kesehatan

23:39 2 Comments
infokimia.com – Kunyit (Curcuma longa Linn. Syn. Curcuma domestica Val.) adalah salah satu tanaman rempah-rempah asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Asia Selatan, Australia bahkan Afrika. Kunyit dikenal sebagai bahan pelengkap makanan yang memiliki cita rasa dan warna khas. Khususnya masyarakat Indonesia dan India kerap memanfaatkan kunyit sebagai jamu untuk merawat kecantikan dan mengobati berbagai macam penyakit.

kendungan kimia dalam kunyit

Kandungan Kimia Dalam Kunyit

Kandungan kimia yang paling utama dalam kunyit adalah senyawa kukuminoid dan minyak atsiri. Senyawa kurkuminoid yang terkandung dalam kunyit sebesar 3 sampai 4% yang terdiri dari senyawa curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin dan  bisdesmetoksikurkumin. Dan minyak minyak atsiri yang terkandung dalam kunyit sebesar 2 sampai 5% yang terdiri dari senyawa seskuiterpen dan fenil propana turmeron (aril-turmeron, alpha-turmeron, beta-turmeron), humulen, bisabolen, zingiberin, kurlon kurkumol, seskuifellandren, atlanton dan aril kurkumen.

Kandungan kimia lainnya yang terdapat dalam kunyit adalah garam-garam mineral. Kandungan mineral dalam kunyit antara lain seng, aluminium, bismut, magnesium, kalsium, timbal, besi, mangan, natrium dan kalium. Selain itu juga terdapat kandungan kimia lainnya berupa senyawa tannin, arabinosa, glukosa, pati, dammar dan fruktosa.

Senyawa kurkumin yang terkandung dalam kunyit terdapat dalam 2 bentuk, yaitu bentuk tautomer (keto) pada fasa padat dan bentuk enol pada fasa cair. Umumnya kurkumin dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk makanan (kode kuning E100) seperti keju, yoghurt, mentega, margarin dan nasi kuning. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, senyawa kurkumin beralih fungsi sebagai salah satu jenis obat herbal yang sangat berkhasiat dan bermanfaat bagi kesehatan.

Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan

Manfaat dan khasiat kunyit sebagai obat herbal untuk kesehatan tentunya sangat berkaitan dengan kandungan kimia di dalamnya. Ekstrak kunyit telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Cina dan India. Dahulu ekstrak kunyit digunakan sebagai obat anti peradangan (inflamasi), obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, mengobati keseleo, memar dan rematik. Berikut ini adalah beberapa manfaat kunyit bagi kesehatan.

1) Kunyit sebagai Masker Kecantikan

Ekstrak kunyit memiliki manfaat untuk menghilangkan bekas jerawat, mencerahkan kulit, menghaluskan kulit, melembabkan kulit kering, mengencangkan kulit, mengatasi kulit berminyak, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan kerutan diwajah dan mencegah penuaan dini. Cara penggunaanya adalah dengan mengoleskan ekstrak kunyit keseluruh wajah seperti masker.

2) Kunyit sebagai pencegah Penyakit Alzheimer

Penggunaan ekstrak kunyit untuk mencegah penyakit alzheimer atau pikun sudah lama dikenal dalam dunia pengobatan. Senyawa kurkumin yang terkandung dalam kunyit berperan sebagai aktivator gen yang mengkode produksi protein antioksidan dan melindungi sel-sel otak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Cara penggunaannya adalah dengan mengkonsumsi ekstrak kunyit secara teratur, terutama untuk yang sudah berusia diatas 40 tahun keatas.