Pengertian, Jenis dan Contoh Perubahan Fisika

17:07 Add Comment
air menguap adalah contoh perubahan fisika

Pengertian Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan pada mataeri yang tidak menghasilkan zat baru. Sedangkan perubahan kimia adalah perubahan pada materi yang menghasilkan zat baru. Contoh perubahan fisika, diantaranya adalah es mencair dan kamper menguap. 

Mungkin di daerahmu terdapat sungai yang memiliki batuan dari berbagai ukuran. Batuan tersebut ada yang besar, ada pula yang kecil. Arus sungai yang deras menerpa dan menghanyutkan batuan tersebut sehingga pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Pecahan-pecahan batuan ini memiliki sifat yang sama dengan batuan semula. Sebagai contoh, pecahan batuan dan batuan semula tetap keras, serta bahan penyusunnya pun sama. Peristiwa pecahnya batuan tergolong perubahan fisika.

Ketika anda menjemur pakaian juga terjadi perubahan fisika. Pakaian yang semula basah lama-kelamaan kering karena mendapat panas matahari. Panas matahari menguapkan air yang terdapat pada pakaian. Perubahan dari air menjadi uap air tergolong perubahan fisika.

Ketika kita membuat minuman teh juga terjadi perubahan fisika. Pada saat itu kita mencampur gula dengan air teh. Setelah diaduk beberapa lama, butiran gula menghilang dan timbul rasa manis. Adanya rasa manis menunjukkan bahwa zat gula sebenarnya tidak hilang, melainkan masih terdapat dalam air teh. 

Perubahan fisika juga dapat diamati ketika kita merebus air, membuat es batu, air mengalami perubahan wujud dari cairan menjadi padatan. Ketika kita menggoreng masakan dengan margarine, terjadi perubahan wujud dari padatan menjadi cairan.

Jenis-Jenis Perubahan Fisika

Jenis-jenis perubahan fisika dapat diamati melalui perubahan wujud zat. Perubahan wujud mencakup perubahan dari padat ke cair (mencair atau meleleh), cair ke gas (menguap), gas ke cair (mengembun), cair ke padat (membeku), dan padat ke gas (menyublim). Semua perubahan wujud ini terjadi karena benda menerima atau melepaskan panas.


Mencair (misalnya, es menjadi air), menguap (air menjadi uap air), dan menyublim (kapur barus menjadi gas) terjadi karena benda menerima panas. Sebaliknya, membeku (air menjadi es batu) dan mengembun (uap air menjadi air) terjadi karena benda melepaskan panas.

Pencampuran tergolong perubahan fisika selama benda-benda yang bercampur tidak bereaksi. Contohnya : mencampur gula dengan air, mencampur pasir dengan gula, dan mencampur serbuk besi dengan serbuk belerang. Benda-benda yang bercampur ini masih dapat dipisahkan satu sama lain.

Namun bila pada pencampuran tersebut timbul suatu reaksi kimia maka tergolong perubahan kimia. Contohnya : magnesium dicampur dengan asam klorida menghasilkan magnesium klorida dan gas hidrogen, serta natrium dicampur dengan air menghasilkan natrium hidroksida dan gas hidrogen.

Memecahkan atau membelah benda juga tergolong perubahan fisika. Contohnya : membelah kayu dan memotong kertas. Pada perubahan tersebut tidak terbentuk zat yang baru. Kayu semula memiliki sifat yang sama dengan kayu yang sudah dibelah. Demikian pula, kertas semula memiliki sifat yang sama dengan kertas yang sudah dipotong.Walaupun wujud dari es dan kamper pada contoh di atas berubah wujudnya, namun senyawa atau materi yang menyusunnya tidak berubah sama sekali.

Suatu zat dapat berubah karena ada pengaruh energi pada zat tersebut. Suatu zat padat dapat berubah menjadi zat cair atau gas, zat cair dapat berubah menjadi zat padat atau gas, dan zatgas dapat berubah menjadi zat cair atau padat, tetapi sifat zat itu masih tetap. Mari kita simak beberapa perubahan wujud zat tesebut, berdasarkan segitiga perubahan wujud zat pada gambar berikut:

segitiga perubahan wujud zat

1) Mencair

Mencair dikenal juga dengan meleleh. Apa yang terjadi jika pada zat padat ketika ditambahkan energi, misal dengan cara dipanaskan? Contohnya, es batu dipanaskan. Tentunya, energi zat padat tersebut akan bertambah besar, jarak antar molekul zat akan semakin renggang sehingga gerakan partikelnya semakin cepat. Jika diteruskan pemanasan sampai suhu tertentu, partikel menjadi bergerak tidak teratur, bebas bergerak, dan wujud padat akan berubah menjadi wujud cair. Perubahan wujud dari zat padat menjadi zat cair dinamakan mencair atau meleleh. Titik pada saat zat padat berubah menjadi zat cair dinamakan titik lebur. Gambar berikut ini menunjukkan perubahan susunan partikel zat padat menjadi zat cair.

proses mencair, perubahan fisika dari padat ke cair

2) Menguap

Ketika suatu zat cair dipanaskan, partikel zat cair akan menyerap energi. Energi kinetiknya bertambah sehingga gerakannya makin kencang. Pada saat mendapatkan energi pada temperatur tertentu, partikel zat cair bergerak bebas, berubah wujud menjadi gas.

 
Di permukaan, zat cair bergerak ke atas dengan kecepatan tinggi dan tidak beraturan, perubahan wujud dan pergerakan gas ini dinamakan mendidih. Sedangkan perubahan wujud dari cair menjadi gas dinamakan menguap.Temperatur pada saat zat cair dipanaskan berubah menjadi wujud gas dinamakan titik didih. Gambar berikut ini menunjukkan perubahan susunan partikel zat cair menjadi zat gas.

proses menguap, perubahan fisika dari cair ke gas

3) Membeku

Apa yang terjadi jika zat cair didinginkan? Artinya, energinya dikurangi. Energinya akan menurun dan gerakan partikelnya makin lambat. Jika temperatur terus diturunkan, partikel terus kehilangan energinya sehingga makin lambat dan makin mendekat. Pada suhu tertentu, partikel kehilangan energinya, gerakannya hanya bervibrasi di tempat, dan merapat satu sama lain. Wujud zat berubah dari cair menjadi padat. Perubahan susunan dan gerakan partikel ini dinamakan membeku. Temperatur pada saat wujud zat cair berubah menjadi wujud padat dinamakan titik beku. Gambar berikut ini menunjukkan perubahan susunan partikel zat cair menjadi zat padat.

proses membeku, perubahan fisika dari cair ke padat

4) Mengembun

Jika uap didinginkan, maka pergerakan partikelnya menjadi lambat dan saling mendekat, seperti keadaan partikel zat cair. Perubahan gas menjadi zat cair tersebut dinamakan mengembun. Gambar berikut ini menunjukkan perubahan susunan partikel zat gas menjadi zat cair.

proses mengembun, perubahan fisika dari gas ke cair
 

5) Menyublim

Jika kita meletakkan kamper dalam lemari pakaian, maka makin lama ukuran kamper tersebut makin kecil dan lemari akan menjadi harum wangi kamper. Kamper merupakan jenis zat padat yang dapat berubah langsung menjadi gas tanpa melalui wujud cair; perubahan zat ini dinamakan menyublim atau sublimasi. Gambar berikut ini menunjukkan perubahan susunan partikel zat padat menjadi zat gas.

proses menyublim, perubahan fisika dari padat ke gas

6) Mendeposisi/ Menghablur

Mendeposisi/ menghablur atau hablur adalah kebalikan dari menyublim, yaitu perubahan suatu benda/zat dari gas menjadi benda padat. Menghablur di sebut juga mengkristal atau desposisi. Gambar berikut ini menunjukkan perubahan susunan partikel zat padat menjadi zat gas.

proses menghablur, perubahan fisika dari gas ke padat

Sedangkan contoh menghablur yaitu pada pembuatan es kering yaitu dengan cara “memasukkan” karbondioksida ke ruangan yang bertekanan tinggi. Pada saat tekanan dikeluarkan, karbondioksida itu akan berubah menjadi butir-butir padat yang menjadi dry ice alias es kering. Es kering biasa digunakan oleh penjual es keliling untuk mempertahankan suhu pada penyimpanan es krim, warnanya putih bersih.

Pengertian, Jenis dan Contoh Larutan Elektrolit

17:13 Add Comment
pengujian larutan elektrolit

Larutan elektrolit merupakan larutan yang mengandung ion-ion di dalamnya. Ion-ion tersebut terdiri dari ion positif dan negatif, sehingga larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Suatu larutan dikatakan sebagai larutan elektrolit apabila memiliki ciri antara lain: menghasilkan gelembung gas pada elektrode ketika dihantarkan arus listrik dan dapat menimbulkan nyala lampu.

Jenis-jenis larutan elektrolit

Larutan elektrolit kuat

larutan elektrolit kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang banyak menghasilkan ion-ion karena terurai sempurna (ionisasi sempurna), maka harga derajat ionisasi (ά) = 1. Banyak sedikit elektrolit menjadi ion dinyatakan dengan derajat ionisasi (ά) yaitu perbandingan jumlah zat yang menjadi ion dengan jumlah zat yang di hantarkan. Yang tergolong elektrolit kuat adalah:
1) Asam-asam kuat 
2) Basa-basa kuat
3) Garam-garam yang mudah larut 

Ciri-ciri daya hantar listrik larutan elektrolit kuat yaitu lampu pijar akan menyala terang dan timbul gelembung-gelembung di sekitar elektrode. Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat dalam pelarut air. Senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif (kation) dan ion negatif (anion). 

Arus listrik merupakan arus elektron (aliran elektron). Pada saat dilewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, elektron tersebut dapat dihantarkan melalui ion-ion dalam larutan, seperti dihantarkan oleh kabel. Akibatnya lampu pada alat uji elektrolit akan menyala. Elektrolit kuat terurai sempurna dalam larutan. Contoh larutan elektrolit kuat adalah larutan HCl, larutan HBr, larutan HI, larutan HNO3, larutan H2SO4, larutan NaOH, larutan KOH, dan larutan NaCl.

Larutan elektrolit lemah

larutan elektrolit lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < ά > 1. Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya sebagian kecil menjadi ion-ion ketika larut dalam air (ionasasi sebagian). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
1) Asam-asam lemah
2) Garam-garam yang sukar larut
3) Basa-basa lemah 


Adapun larutan elektrolit yang tidak memberikan gejala lampu menyala, tetapi menimbulkan gelembung gas termasuk ke dalam larutan elektrolit lemah. Contoh larutan elektrolit lemah adalah larutan ammonia, larutan cuka dan larutan H2S.

Larutan non elektrolit

larutan non elektrolit

Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Yang tergolong jenis larutan ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alkohol dan lain-lain.

Ionisasi dalam larutan elektrolit

Peristiwa penguraian partikel zat terlarut menjadi ion-ionnya disebut ionisasi. Ion-ion dalam larutan elektrolit dapat dihasilkan dengan dua cara:

1) Zat terlarut merupakan senyawa ion, misalnya NaCl. Kristal NaCl terdiri atas ion-ion Na+ dan ion-ion Cl-. Jika kristal NaCl itu dilarutkan dalam air, maka ikatan antara ion positif dan ion negatif terputus dan ion-ion itu akan tersebar dan bergerak bebas di dalam larutan. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
NaCl (s) + air --> Na+ (aq) + Cl- (aq) 

2) Zat terlarut bukan senyawa ion, tetapi jika dilarutkan dalam air zat tersebut akan menghasilkan ion-ion, misalnya HCl, CH3COOH dan NH3. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
HCl (g) + air --> H+ (aq) + Cl- (aq)
CH3COOH + air --> CH3COO- (aq) + H+ (aq)
NH3 (g) + air --> NH4+ (aq) + OH- (aq) 

NH3 cair dan CH3COOH cair tidak dapat menghantarkan listrik, karena tidak terionisasi tetapi tetap dalam bentuk molekul-molekulnya. HCl juga larut dalam benzena, tetapi larutannya tidak dapat menghantarkan listrik. Berarti dalam benzena HCl tetap sebagai molekul.

3 Perbedaan Jurusan Teknik Kimia, Kimia dan Pendidikan Kimia

16:43 Add Comment
perbedaan jurusan teknik kimia, kimia dan pendidikan kimia

Jika kamu hendak mengambil studi ilmu kimia di perguruan tinggi, maka kamu akan dihadapkan pada 3 pilihan jurusan berikut, yaitu: Teknik Kimia, Kimia dan Pendidikan Kimia. Ketiga jurusan tersebut pada dasarnya sama-sama mempelajari ilmu kimia, namun pendalaman materi dan kompetensi lulusan setiap jurusan berbeda-beda. Mari kita melihat rinci perbedaan ketiga jurusan tersebut.

1. Berada di bawah fakultas yang berbeda

Meskipun sama-sama mempelajari ilmu kimia, ketiga jurusan tersebut berada dibawah fakultas yang berbeda. Sesuai dengan namanya jurusannya: Jurusan Teknik Kimia berada di bawah naungan Fakultas Teknik (FT), Jurusan Kimia berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Jurusan Pendidikan Kimia berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

2. Konteks ilmu kimia yang dipelajari

Ketiga jurusan tersebut pada dasarnya mempelajari konsep kimia yang sama. Namun perbedaannya ada pada pendalaman materi. Belajar di Jurusan Teknik Kimia lebih menitikberatkan pada proses kimia yang terjadi secara teknis (kimia industri). Hal-hal yang dipelajari di Jurusan Teknik Kimia bersifat makro. Aspek ilmu kimia dipadukan dengan ilmu fisika terapan dan dasar-dasar teknik industri. Sehingga ilmu kimia yang dipelajari dapat lebih aplikatif pada proses industri.

Sementara itu di Jurusan Kimia lebih menitikberatkan pada analisis kimia di laboratorium. Kegiatan belajar lebih banyak dilakukan di laboratorium dengan melibatkan berbagai macam pengujian. Melakukan analisa terhadap suatu zat sampai ke skala terkecilnya. Sehingga ilmu kimia yang dipelajari bersifat mikro.


Lain halnya dengan Jurusan Pendidikan Kimia. Di jurusan ini belajar kimia lebih menitikberatkan pada materi-materi kimia dasar yang terdapat di dalam buku teks pelajaran dan menjawab soal-soal kimia.

3. Kompetensi lulusan yang diharapkan

Kompetensi lulusan yang diharapkan dari Jurusan Teknik Kimia adalah  memiliki wawasan yang luas tentang proses-proses kimia dalam industri. Wawasan tersebut mencakup merancang proses industri yang berkaitan dengan sistem kerja mesin dan tahap-tahap produksi. Lulusan Jurusan Teknik Kimia mendapatkan gelar Sarjana Teknik (S.T). Lulusan jurusan ini nantinya dapat bekerja sebagai karyawan pabrik atau mendirikan pabrik sendiri.

Sedangkan lulusan Jurusan Kimia diharapkan memiliki wawasan yang luas tentang analisis kimia. Analisis tersebut meliputi kemampuan untuk melakukan pengujian-pengujian terhadap suatu zat, menemukan zat baru, merumuskan reaksi yang terjadi dalam suatu proses kimia. Lulusan Jurusan Kimia mendapatkan gelar Sarjana Sains (S.Si). Lulusan jurusan ini dapat bekerja sebagai analis di laboratorium dan balai riset nasional atau swasta.

Oleh karena porsi ilmu kimia yang berbeda, maka kompetensi lulusan yang diharapkan dari Jurusan Pendidikan Kimia adalah memiliki wawasan tentang materi-materi dasar kimia dan cara untuk menyelesaikan soal-soal kimia pada buku teks pelajaran.

Selain itu lulusan Jurusan Pendidikan Kimia juga dibekali dengan ilmu pendidikan. Sehingga lulusan mampu mengajarkan kembali wawasan kimia yang ia dapatkan kepada siswa di sekolah. Lulusan Jurusan Pendidikan Kimia mendaptkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). Dan gelar tersebut dapat digunakan untuk bekerja sebagai guru kimia di sekolah negeri, sekolah swasta dan sebagai tenaga pengajar di pusat bimbingan belajar (bimbel).

Kandungan Kimia dalam Ambergris (Muntahan Paus) yang Berharga Milyaran Rupiah

16:52 Add Comment
parfum ambergris, parfum dari muntahan paus

Infokimia.com - Ambergris (muntahan paus) berasal dari kata ambre yang artinya amber (batu) dan gris yang artinya gray ( abu-abu). Ambergris merupakan zat yang sangat mahal, karena memilki wangi yang sangat khas dan lembut.

Ambergris tersebut diproduksi di dalam usus ikan paus. Ambergris dihasilkan oleh paus sperma jantan. Hanya 1% dari 350.000 ekor paus sperma yang dapat menghasilkan Ambergris. Sehingga harga ambergris menjadi sangat mahal karena kelangkaannya.

Ambergris sudah digunakan oleh manusia sejak lama dalam pengobatan tradisional kuno. Bangsa Arab dan Cina menggunakan ambergris sebagai parfum dan dupa. Di Eropa ambergris dikenal sejak abad ke-14 dan digunakan untuk mensanitasi wabah pada saat itu.

Awal Mula Proses Terbentuknya Ambergris

Proses produksi ambergris mulanya dikarenakan ikan paus sperma menelan benda-benda tajam seperti tulang ikan atau paruh cumi-cumi raksasa. Sehingga proses pencernaan paus menjadi terganggu dan dengan bantuan enzim usus paus mensekresi zat makanan tersebut dan dikeluarkan sebagai muntahan. 

Meskipun para ahli sudah mengetahui proses terjadinya ambergris, namun mereka masih belum yakin. Peneliti berhipotesis bahwa ambergris tidak dikeluarkan dari mulut ikan paus, melainkan dari anus. Hal tersebut dikarenakan baunya tidak sedap pada saat awal dikeluarkan.
paus sperma, paus penghasil ambergris
Sekumpulan paus sperma sedang berenang

Bentuk dan Sifat Kimia Ambergris

Ambergris pada awal dikeluarkan oleh ikan paus memiliki bau yang tidak sedap (bau busuk) dan berwarna seperti kotoran. Namun seiring berjalannya waktu dan lamanya berinteraksi dengan lingkungan, bau ambergris menjadi wangi dan warnanya berubah menjadi warna abu-abu.

Mulanya ambergris berbentuk lunak. Oksidasi oleh lingkungan meyebabkan kandungan air menjadi berkurang, sehingga ambergris menjadi keras dan ringan, seperti batu apung. Semakin lama ambergris tersebut teroksidasi maka semakin tinggi kualitas ambergris tersebut.

Ambergris berbentuk bongkahan padat yang dapat mencapai berat mencapai 400 kg seperti yang dijelaskan dalam buku yang berjudul Floating Gold: Histori of Ambergris yang ditulis oleh Christopher Kemp.


Bongkahan ambergris memiliki tekstur yang licin kerena mengandung zat lilin dan mudah terbakar. Menurut ahli kimia wewengian dari Monell Chemical Senses Center, George Preti mengatakan bahwa ambergris memiliki molekul yang yang bersifat lipofilik yang mirip dengan molekul parfum. Molekul bau ambergris memiliki afinitas (daya tarik) yang tinggi terhadap molekul lain. Sehingga saat cocok digunakan sebagai pengawet parfum karena dapat mengurangi penguapan dan menjadikan wangi parfum lebih tahan lama. 

Molekul ambergris menghasilkan aroma yang harum dan manis. Aroma yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut yang sering disamakan dengan aroma tembakau, musk atau pinus.
charlie dan ambergris
Charlie, bocah asal Inggris dengan Ambergrisnya

Misteri dibalik Keharuman Ambergris

Meskipun para ahli sudah mengetahui banyak hal tentang ambergris. Namun sampai saat ini masih menyimpan banyak misteri. Misteri tersebut antara lain: 
1. Sampai saat ini belum ada yang pernah melihat secara langsung ikan paus mengeluarkan ambergris
2. Mengapa ambergris paling banyak ditemukan di belahan bumi bagian selatan? padahal ikan paus merupakan ikan yang menjelajahi seluruh samudera.
3. Mengapa hanya paus sperma jantan yang bisa menghasilkan ambergris?

(Sumber: kompas.com)

Pengertian, Sifat serta Kegunaan Senyawa Alkana, Alkena, dan Alkuna

13:45 Add Comment
molekul karbon, alkana, alkena, alkuna

Alkana

Pengertian alkana

Alkana merupakan hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret senyawa yang memenuhi rumus umum CnH2n+2 . Suku pertama sampai dengan suku kesepuluh senyawa alkana dapat kita peroleh dengan mensubstitusikan harga n kedalam rumus tersebut. Harga n merupakan jumlah atom C yang ada. Perhatikan tabel berikut ini.

Tabel suku pertama sampai dengan suku kesepuluh senyawa alkana
nama senyawa alkana berdasarkan jumlah atom karbon
 
Senyawa alkana penting sebagai bahan bakar dan sebagai bahan mentah untuk mensintesis senyawa-senyawa karbon lainnya. Alkana banyak terdapat dalam minyak bumi, dan dapat dipisahkan menjadi bagian-bagiannya dengan destilasi bertingkat (destilasi fraksionasi). 

Sifat fisik dan kimia alkana

1) Merupakan hidrokarbon tidak memiliki ikatan rangkap (hidrokarbon jenuh) terdiri dari alkana rantai lurus dan alkana berbentuk siklo/ cincin
2) Disebut golongan parafin karena mempunyai affinitas kecil (=sedikit gaya gabung)
3) Sukar bereaksi
4) Alkana yang C1 – C4 pada suhu (T) dan tekanan (P) normal adalah gas
5) Alkana C4 – C17 : pada T dan P normal adalah cair
6) Alkana dengan rantai karbon > C18 pada T dan P normal adalah padat
7) Makin tinggi rantai karbon Titik didih makin tinggi
8) Pada jumlah atom C sama, alkana yang bercabang mempunyai titik didih rendah
9) Mudah larut dalam pelarut non polar
10) Berat jenis naik dengan penambahan jumlah unsur C

Kegunaan alkana dalam kehidupan sehari-hari

1) Metana biasa disebut juga gas alam yang banyak digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga/industri. Metana juga digunakan sebagai zat bakar, sintesis dan carbon black (tinta, cat, semir, ban).
2) Gas propana, dapat dicairkan pada tekanan tinggi dan digunakan pula sebagai bahan bakar yang disebut LPG (Liquified Petroleum Gas). LPG dijual dalam tangki-tangki baja dan diedarkan ke rumah-rumah.
3) Gas butana lebih mudah mencair daripada propana dan digunakan sebagai "geretan" rokok dan sering digunakan sebagai bahan bakar pada pematik api.
4) Pentana, heksana, heptana sebagai pelarut pada sintesis kimia.
5) Oktana mempunyai titik didih yang tempatnya berada dalam lingkungan bahan bakar motor.
6) Alkana-alkana yang bersuhu tinggi terdapat dalam kerosin (minyak tanah), bahan bakar diesel, bahan pelumas, dan parafin yang banyak digunakan untuk membuat lilin. 
gas butana adalah contoh senyawa alkana
Gas Butana digunakan sebagai gas untuk rumah tangga

Alkena

Pengertian alkena

Alkena ialah suatu hidrokarbon yang mengandung suatu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. Nama lain dari alkena adalah olefin, yang berasal dari kata olefiant gas (gas yang membentuk minyak). Alkenan memiliki rumus umum yaitu CnH2n. Alkena disebut juga hidrokarbon tidak jenuh karena tidak mempunyai jumlah maksimum atom yang ditampung oleh setiap atom karbon. 


Alkena mempunyai ikatan sigma dan ikatan phi antara dua atom karbon yang berhadapan. Ikatan rangkap karbon-karbon merupakan gugus fungsional yang banyak terdapat dalam produk-produk alam dan pada umumnya ikatan rangkap ini akan bergabung dengan gugus fungsional yang lain. Selain itu alkena juga banyak ditemukan dalam komponen-komponen minyak bumi. 

Sifat fisik dan kimia alkena

1) Hidrokarbon tak jenuh yang ditandai dengan adanya ikatan rangkap dua
2) gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34%)
3) Alkena = olefin (pembentuk minyak)
4) Sifat fisiologis lebih aktif, seperti 2-metil-2-butena yang digunakan sebagai obat tidur.
4) Lebih reaktif dari senyawa alkana
5) Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
6) Makin tinggi rantai karbon Titik didih makin tinggi
7) Pada jumlah atom C sama, alkena yang bercabang mempunyai titik didih rendah
8) Mudah larut dalam pelarut non polar organik
9) Berat jenis naik dengan penambahan jumlah unsur C
10) Titik didih masing-masing alkena sedikit lebih rendah dibanding titik didih alkana dengan jumlah atom karbon yang sama.
11) Etena, propena dan butena berwujud gas pada suhu kamar, selainnya adalah cairan. C1 sampai C4 pada suhu kamar berbentuk gas C5 ke atas pada suhu kamar berbentuk cair

Kegunaan alkena dalam kehidupan sehari-hari

1) Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
2) Untuk memasakkan buah-buahan
3) Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol) 
4) Sebagai bahan baku pembuatan plastik polietena (PE)
5) Polipropilena (PP) digunakan sebagai bahan pembuatan perabotan plastik, seperti kursi plastik dan peralatan memasak. 
kursi dari senyawa polipropilena (PP) salah satu senyawa alkena
Senyawa Polipropilena (PP) digunakan sebagai bahan baku kursi

Alkuna

Pengertian alkuna

Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H, yang dapat diikat berkurang dua, maka rumus umumnya menjadi CnH2n-2.

Seperti halnya alkena, alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2, sehingga rumus molekulnya C2H2. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi senyawa karbida dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi. 
Etuna merupakan suku alkuna satu-satunya yang dapat dibuat. Suku-suku alkuna lain sering diberi nama atau dianggap sebagai turunan etuna. Jadi propuna disebut metil asetilena.


Sifat fisik dan kimia alkuna

1) Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
2) Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif
3) Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
4) Suatu gas, tak berwarna, baunya khas 

Kegunaan alkuna dalam kehidupan sehari-hari

1) Asetilena (etuna) digunakan sebagai bahan bakar pada las karbid : asetilena dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (± 3000 derajat celcius) untuk mengelas lempeng besi dan baja.
2) Digunakan sebagai bahan bakar pada beberapa instrumen analisis kimia, seperti GC dan AAS
3) Untuk penerangan (bahan bakar lampu)
4) Untuk bahan baku pembuatan senyawa organik, seperti etanal, asam etanoat dan vinil klorida
gas asetilena, gas butuna sebagai bahan bakar las
Gas Asetilena digunakan sebagai bahan bakar las karbid dan instrumen kimia

Beberapa Hidrokarbon yang Lain

Seperti dikatakan dalam klasifikasi hidrokarbon, masih banyak hidrokarbon lainnya, tetapi rumus umumnya kadang-kadang sama dengan rumus umum yang ada antara lain rumus umum alkena. Rumus umum alkena juga menunjukkan hidrokarbon siklis yang jenuh yang dikenal sebagai siklana (siklo-alkana) dan siklo-propana sebagai suku pertamanya mempunyai harga n = 3. Alkandiena dan siklo-alkena mempunyai rumus umum yang sama dengan alkuna. Rumus molekul C5H8 dapat merupakan pentuna, isoprena (monomer dari karet alam atau siklopentana).

Adalagi hidrokarbon berlingkar yang mengandung cincin segi enam, dikenal sebagai hidrokarbon aromatik karena umumnya hidrokarbon ini harum baunya walaupun banyak juga yang beracun. Struktur utama senyawa aromatik yang menjadi dasar sifat-sifat kimianya adalah cincin benzena. Cincin benzena biasa digambarkan sebagai segi-enam beraturan dengan tiap sudut ditempati oleh atom C yang mengikat satu atom H dan ikatan rangkap yang berselang-seling antara dua atom C yang berurutan. 

Pengertian dan Klasifikasi Hidrokarbon

21:38 Add Comment
senyawa hidrokarbon

Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan rantai-rantai tersebut.

Klasifikasi Hidrokarbon

1. Klasifikasi Hidrokarbon berdasarkan bentuk rantai

Hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok utama: 
1) Hidrokarbon alifatik, terdiri atas senyawa hidrokarbon yang berantai lurus, berantai cabang, dan berantai melingkar. Senyawa hidrokarbon berantai lurus atau bercabang disebut sebagai rantai terbuka (alifatik), contohnya metana, butana, dan sebagainya. Sedangkan senyawa hidrokarbon berantai melingkar disebut dengan rantai tertutup (alisiklik), contohnya senyawa siklobutana.
struktur hidrokarbon alifatik rantai lurus
Hidrokarbon Alifatik Rantai Lurus
struktur hidrokarbon alifatik rantai bercabang
Hidrokarbon Alifatik Rantai Bercabang
struktur hidrokarbon alifatik rantai melingkar, alisiklik
Hidrokarbon Alifatik Rantai Melingkar (Alisiklik)

2) Hidrokarbon aromatik, terdiri atas senyawa hidrokarbon yang mengandung cincin atom karbon terkonjugasi (ikatan rangkap selang-seling) yang sangat stabil, contohnya adalah senyawa benzena.  
struktur hidrokarbon aromatik
Hidrokarbon Aromatik


2. Klasifikasi Hidrokarbon berdasarkan kelipatan ikatan karbon

Berdasarkan kelipatan ikatan karbon-karbonnya, hidrokarbon alifatik masih dapat dibedakan lagi menjadi dua sub-kelompok: 


1. Hidrokarbon jenuh, terdiri atas senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan tunggal, contohnya senyawa golongan alkana.
struktur hidrokarbon jenuh, ikatan kovalen tunggal
Hidrokarbon Jenuh (Ikatan Kovalen Tunggal)

2. Hidrokarbon tak jenuh, terdiri atas senyawa hidrokarbon ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga, contohnya senyawa golongan alkena atau alkuna.
struktur hidrokarbon tak jenuh, ikatan kovalen rangkap
Hidrokarbon Tak Jenuh (Ikatan Kovalen Rangkap)

Hidrokarbon adalah senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi. Indonesia banyak menghasilkan senyawa ini dalam bentuk minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Senyawa hidrokarbon tersebut terdiri dari : 
1) Alkana (CnH2n+2)
2) Alkena (CnH2n)
3) Alkuna (CnH2n-2)