Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Kalibrasi Instrumen dan Alat Ukur

22:45
kalibrasi instrumen dan alat ukur


Setiap instrumen atau alat ukur harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Oleh karena itu suatu instrumen harus dianggap tidak cukup baik, sehingga akan dilakukan kalibrasi untuk memastikan bahwa instrumen atau alat ukur tersebut dalam keadaan baik.

Kalibrasi sangat diperlukan untuk mengetahui kinerja suatu perangkat instrumen atau alat ukur. Baik instrumen baru atau instrumen yang sudah lama dipakai harus dilakukan kalibrasi secara berkala. Dengan melakukan kalibrasi maka dapat diketahui performa dari suatu instrumen atau alat ukur ketika digunakan, sehingga hasil pengukuran tidak dipertanyakan.

Pengertian Kalibrasi Instrumen (Alat Ukur)

Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM), Kalibrasi merupakan serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.

Berdasarkan definisi diatas, maka disimpulkan bahwa kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran nilai hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh instrumen atau alat ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu ditelusuri (traceable). Standar ukur tersebut dapat ditelusuri baik standar nasional  maupun internasional untuk satuan ukuran yang tersertifikasi.

Kalibrasi merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya: kalibrasi termometer, dengan mengkalibrasi termometer maka kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer tersebut menunjukkan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala.

Tujuan Kalibrasi Instrumen (Alat Ukur)

Adapun tujuan kalibrasi secara umum, yaitu:
  1. Mengetahui ketertelusuran hasil pengukuran. Hasil pengukuran yang diukur oleh suatu instrumen atau alat ukur dapat ditelusuri sampai ke standar yang lebih tinggi atau teliti (standar primer nasional dan internasional) dengan perbandingan yang tak terputus.
  2. Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai hasil pengukuran yang  ditunjukkan oleh suatu instrumen atau alat ukur.
  3. Menjamin nilai hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
  4. Meningkatkan taraf kepercayaan terhadap hasil pengukuran oleh suatu instrumen atau alat ukur.


Manfaat Kalibrasi Instrumen (Alat Ukur)

Adapun manfaat kalibrasi secara umum, yaitu:
  1. Menjaga kondisi instrumen atau alat ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya.
  2. Mendukung sistem penjaminan mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi.
  3. Mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara nilai stardar dengan nilai yang ditunjukkan oleh instrumen atau alat ukur.


Persyaratan Kalibrasi Instrumen (Alat Ukur)

Setiap lembaga atau laboratorium memiliki sistem manajemen mutu. ISO/IEC Guide 17025:2005 merupakan acuan sistem manajemen mutu. Sistem tersebut mengharuskan suatu lembaga atau laboratorium memiliki sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi untuk semua perangkat pengukuran. Kalibrasi instrumen atau alat ukur harus dilakukan oleh operator (teknisi) yang ahli (bersertifikat). Operator tersebut memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga riset yang berwenang dalam melakukan kalibrasi instrumentasi.

Salah satu lembaga di Indonesia yang memiliki standar pengukuran tertinggi (dalam SI dan satuan-satuan turunannya) adalah Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (Puslit KIM LIPI). Standar pengukuran yang dimiliki oleh Puslit KIM LIPI digunakan sebagai acuan bagi perangkat yang dikalibrasi. Puslit KIM LIPI juga mendukung infrastuktur metrologi di suatu negara dengan membangun rantai pengukuran dari perangkat yang digunakan dengan standar tingkat tinggi/ internasional.

Hasil Kalibrasi Instrumen (Alat Ukur)

Dengan melakukan kalibrasi terhadap suatu instrumen atau alat ukur maka diperoleh hasil, yaitu:
  1. Nilai Objek Ukur
  2. Nilai Koreksi/Penyimpangan
  3. Nilai Ketidakpastian Pengukuran atau besarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran. Nilai ketidakpastian pengukuran diperoleh setelah melakukan evaluasi terhadap nilai hasil pengukuran dengan alat ukur dibandingkan dengan standar.
  4. Sifat metrologi lain seperti faktor kalibrasi, kurva kalibrasi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »