Prinsip Kerja, Bagian-Bagian dan Ketelitian Neraca Teknis (Neraca Tiga Lengan)

09:30
neraca teknis tiga lengan, neraca ohaus

Neraca mekanik sering juga disebut neraca/ timbangan teknis terdiri atas tiga batang skala. Batang pertama berskala ratusan gram, batang kedua berskala puluhan gram, dan batang ketiga berskala satuan gram. Benda yang akan ditimbang diletakkan diatas piringan, setelah beban geser diseimbangkan dengan benda, maka massa benda dapat dibaca pada skala. Neraca ini berfungsi untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. 

Prinsip Kerja Neraca Teknis

Prinsip kerja neraca mekanik/  adalah membandingkan massa benda yang akan dikur dengan anak timbangan. Anak timbangan neraca mekanik berada pada neraca itu sendiri. Kemampuan pengukuran neraca ini dapat diubah dengan menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan. Anak timbangan dapat digeser menjauh atau mendekati poros neraca . Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang.

Tinjauan lain tentang prinsip kerja neraca yaitu seperti prinsip kerja tuas. Ada empat macam prinsip kerja neraca, yaitu:
1) Prinsip kesetimbangan gaya gravitasi, contoh neraca sama lengan
2) Prinsip kesetimbangan momen gaya, contoh neraca dacin
3) Prinsip kesetimbangan gaya elastis, contoh neraca pegas untuk menimbang bahan-bahan baku
4) Prinsip inersia (kelembaban), contoh neraca inersia 


Neraca teknis biasa digunakan untuk melakukan penimbangan dengan ketelitian sedang, biasanya hanya sampai 2 desimal di belakang koma. Neraca ini biasanya dipakai untuk menimbang zat - zat atau benda yang tidak membutuhkan ketelitian yang tinggi, misalnya menimbang bahan sebagai larutan pereaksi. 

Bagian-Bagian Neraca Teknis 

Bagian-bagian Neraca Teknis Satu Piring - Tiga Lengan sebagai berikut:
1) Tempat beban, digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur.
2) Tombol kalibrasi, digunakan untuk mengkalibrasi neraca ketika neraca tidak dapat digunakan untuk mengukur.
3) Pemberat (anting), diletakkan pada masing-masing lengan yang dapat digeser-geser dan sebagai penunjuk hasil pengukuran.
4) Titik 0 atau garis kesetimbangan,digunakan untuk menentukan titik kesetimbangan.

bagian bagian neraca teknis, neraca ohaus

Neraca Tiga Lengan memiliki nilai skala sampai ketelitian 0.1 gram. Neraca ini memiliki tiga lengan, yakni sebagai berikut:
1) Lengan depan, memiliki anting yang dapat digeser dengan skala 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10gram. Masing-masing terdiri 10 skala tiap skala 1 gram.
2) Lengan tengah, memiliki anting yang dapat digeser dengan skala 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100 gram.
3) Lengan belakang, memiliki anting yang dapat digeser dengan skala 0, 100, 200, 300, 400, 500 gram.


Cara Membaca Hasil Penimbangan Dengan Neraca Teknis

Cara membaca hasil penimbangan adalah sebagai berikut:
1) Amati skala yang ditunjuk pada posisi lengan depan, lengan tengah, dan lengan belakang.
2) Jumlahkan skala yang ditunjuk pada posisi lengan depan, lengan tengah, dan lengan belakang. 

cara membaca hasil penimbangan dengan neraca teknis

Contoh pembacaan hasil penimbangan:
Skala tengah = 300 gram
Skala belakang = 80 gram
Skala depan = 2,4 gram
Maka hasil penimbangan yaitu 382,4 gram

Ketelitian Neraca Teknis

Ketelitian sebuah neraca ditentukan oleh skala terkecil yang ada pada neraca tersebut. Misalnya pada neraca tiga lengan, skala terkecil adalah 0.1 gram, maka ketelitian neraca tersebut adalah 0.1 gram. Setiap alat ukur mempunyai nilai ketidakpastian pengukuran. Nilai ketidakpastian tersebut dirumuskan sebagai berikut.
Ketidakpastian = ½ x skala terkecil 
Sehingga pada neraca tiga lengan yang mempunyai skala terkecil 0.1 gram, maka ketidakpastian tersebut adalah ½ x 0.1 gram (0.05 gram).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »