Pengolahan Air untuk Industri Kimia (Water Treatment)

23:04
pengolahan air untuk industri kimia, water treatment

Air adalah sumber kehidupan, air selalu dibutuhkan untuk manusia maupun hewan dan tumbuhan. Air tersedia di alam adalah dalam bentuk air hujan, air laut dan air tanah. Air yang dipergunakan untuk kebutuhan manusia mempunyai standar tertentu agar aman bagi kesehatan. Demikian juga dalam industri, ketersediaan air sangat penting baik untuk proses industri maupun untuk kebutuhan manusia yang menjalankan proses tersebut.


Pentingnya Pengolahan Air dalam Industri Kimia

Biasanya dalam suatu industri pemenuhan kebutuhan air tersebut dilaksanakan oleh bagian utility (utilitas) sebagai bahan pendukung proses industri. Bagian inilah yang menyediakan air yang memenuhi spesfikasi baik untuk kebutuhan manusia, kebutuhan alat proses, seperti boiler, cooling tower, air untuk digunakan sebagai sarana proses produksi. Jika proses produksinya adalah wet area atau area basah seperti pada pabrik tekstil bagian dyeing, finishing dan printing maka air adalah bahan baku pokok untuk terlaksananya proses tersebut, juga pada proses pengolahan asam steaat yang menggunakan splitting proses untuk menghidrolisa minyak nabati menjadi asam stearat. Air dalam steam digunakan dalam menara spiltting yang merupakan jantung dari proses tersebut.

Peran air sangat dominan dalam industri kertas carrugated cartoon, kertas hvs, atau kertas yang lain terutama di bagian stock preparation. Pada bagian ini pulp kering atau kertas bekas dihancurkan dengan menggunakan steam dan air panas agar lumat menjadi bubur kertas. Begitu juga pada bagian paper machine peran air sangat diperlukan untuk melakukan pemisahan serat pendek dan serat panjang sebelum masuk kebagian top layer, intermediet layer, dan battom layer.

Pada industri power supply atau pembangkit listrik, peran air sangat penting untk menggerakan turbin pembangkit listrik. Pada PLTA, Sumber penggerak adalah air yang mempunyai ketinggian tertentu sehingga muncul energi potensial dari air untuk memutar turbin sehingga menghasilkan listrik. Pada PLTU, steam atau uap air dihasilkan dari pembakaran batu bara yang kemudian digunakan untuk menggerakan turbin penbangkit listrik. Contohnya PLTU Suryalaya di Jawa Barat.

Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia, kebutuhan boiler, kebutuhan proses yang lain mempunyai spesifikasi tertentu sehingga air tersebut tidak merusak kesehatan, tidak merusak mesin, tidak merusak turbin dan spesifikasi lainnya yang diwajibkan bagi air yang akan digunakan. Pengolahan air atau water treatment sudah banyak dikenal dan dijalankan, tujuan dari pengolahan air tersebut adalah untuk memenuhi spesifikasi dan persyaratan dari kesehatan jika untuk konsumsi atau peralatan yang menggunakan air tersebut.

Dalam proses pengolahan air menjadi air minum, air untuk keperluan rumah tangga, air untuk keperluan air cooling tower, air untuk boiler atau untuk Heat exchanger mempunyai persyaratan yang berbeda untu masing-masing kebutuhan. Kebutuhan air proses untuk keperluan cooling tower, boiler dan keperluan proses yang lainnya tentunya membutuhkan treatment agar air tersebut sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan, treatment tersebut tentunya sesuai dengan pengotor yang muncul pada badan air tersebut.



Jenis-Jenis Proses Pengolahan Air dalam Industri Kimia

Pengolahan air pada dasarnya dilakukan berdasarkan proses berikut:

1) Proses Fisika

Pada proses ini pengolahan air dilakukan secara fisik. Contoh untuk proses fisika adalah:
  • Screening atau penyaringan (untuk memisahkan benda dengan diameter yang lebih besar agar tidak terikut dalam proses berikutnya). 
  • Sedimentasi fisik dengan gaya gravitasi (untuk benda benda yang mempunyai berat jenis lebih besar dari air). 
  • Bak penampung lemak (Proses yang dilakukan dengan mengatur laju alir air limbah, untuk memisahkan benda benda terapung atau berat jenisnya lebih kecil dari berat jenis air). 
  • Proses perajangan (untuk mengecilkan ukuran diameter dari padatan yang terikut dalam air limbah).

2) Proses Biologi

Pengolahan air secara biologi dilakukan untuk mendegradasi limbah organik agar terurai menjadi lebih sederhana lagi. Sebagai contoh pengolahan biologi adalah:
  • Bak aerob pada pengolahan biologi, menguraikan kandungan senyawa organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan mikroba aerob.
  • Bak Anaerob pada pengolahan biologi menguraikan kandungan senyawa organik menjadi yang lebih sederhana dengan bantuan mikroba an-aerob.

3) Proses Kimia

Proses pengolahan dengan menambah bahan kimia dilakukan agar diperoleh baku mutu air yang sesuai dengan yang dikehendaki. Sebagai contoh pengolahan secara kimia adalah:
  • Penambahan chemical agent untuk menurunkan padatan yang terlarut maupun yang terikut pada badan air, sebagai contoh penambahan tersebut adalah : penambahan ferro sulfat, alum sulfat dan atau PAC. Penambahan ini mengakibatkan terbentuknya partikel halus yang kemudian menjadi lebih besar sehingga mengalami koagulasi yang akhirnya mengendap. Penambahan tersebut memerlukan bak sedimentasi untuk mengendapkan koagulan yang terbentuk dengan mengatur debit air dan bak koagulasi.
  • Menghilangkan zat pengotor, dalam menangani pengolahan air langkah pertama yang dilakukan adalah mencari sebab utama zat pengotor tersebut. Jika zat pengotor tersebut mudah untuk dieliminasi maka langkah selanjutnya adalah debit yang sedang berjalan untuk melakukan langkah eliminasi agar kebutuhan air terpenuhi.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »