Pengertian, Prinsip Kerja, dan Jenis Boiler dalam Industri Kimia

23:54
boiler dalam industri kimia


Pengertian Boiler

Boiller adalah tungku yang digunakan untuk menghasilkan uap. Boiler memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam disesuaikan dengan penggunaanya. Uap air yang dihasilkan oleh boiler digunakan pada berbagai macam proses pengolahan, seperti pada proses dyieng (pencelupan) pada pabrik tekstil, pemasakan mie pada pabrik mie instan dan pemasakan kedelai pada pabrik susu kedelai bubuk. Uap super panas (super heated steam) yang dihasilkan oleh boiler juga digunakan untuk memutar turbin pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).


Prinsip Kerja Boiler

Prinsip kerja sistem boiler yaitu mengubah air menjadi uap melalui proses pemanasan. Proses kerja boiler mirip dengan memasak air. Namun pada boiler air dipanaskan terus - menerus, sehingga menghasilkan uap yang berkelanjutan. Dan ke dalam boiler ditambahkan air pendukung (feed water) untuk menggantikan air yang menguap. Sumber panas pada boiler dapat berupa bakan bakar hidrokarbon (batubara, minyak bumi dan gas alam), tenaga listrik, dan tenaga panas bumi.

Jenis-Jenis Boiler

Berdasarkan tekanannya boiler dibagi menjadi 3 macam, yaitu boiler bertekanan rendah, boiler bertekanan sedang dan boiler bertekanan tinggi. Sedangkan menurut tata letaknya dibagi menjadi 2 macam, yaitu boiler lorong api dan boiler lorong air. Boiler lorong air merupakan jenis boiler bertekanan tinggi yang biasa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
boiler lorong api

boiler lorong air

Partikel padat yang tertinggal menjadi makin terkonsentrasi dan pada saatnya mencapai suatu level dimana konsentrasi lebih lanjut akan menyebabkan kerak (scale) dan fouling (kotoran yang terkosentrasi kemudian menempel pada pipa boiler ). Scale diakibatkan karena logam Ca, Mg sedangkan fouling dikarenakan partikel - partikel pengotor yang terikut kedalam air umpan boiler sehingga menjadi menempel pada pipa boiler. Sistem umpan air boiler dibagi menjadi 2 macam, yaitu once-through sistem (sistem terbuka dan sistem tertutup (closed system). Untuk sistem terbuka diperlukan dua pengolahan untuk air umpan boilernya yaitu : 

  • Pengolahan untuk mencegah bertumbuhnya mikrobiologi yang terkandung dalam air umpan boiler. Jika tidak dilakukan pencegahan mikrobilogi ini mengakibatkan fouling pada pipa - pipa bolier. Mencegah pertumbuhan mikrobiologi ini menggunakan bahan kimia seperti bromin dioksida dan klorin dioksida.

  • Pengolahan dengan menambahkan bahan kimia untuk mencegah korosi dan scale, penambahan bahan kimia ini menggunakan senyawa kompleks karena krosi misalnya bisa diakibatkan karena kandungan oksigen terlarut besar sehingga perlu penambahan misalnya hidrogen sulfida dengan dosis kecil, sedangkan untuk mencegah scale diperlukan senyawa komplek untuk menrunkan kandungan Ca dan Mg.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »