Teknik Pengambilan Sampel Air Limbah Industri (Sampling Zat Cair)

23:15
teknik sampling air limbah industri

Analisa sampel yang berupa air umumnya dilakukan di daerah hilir sungai yang telah terkena pencemaran oleh limbah penduduk dan limbah industri. Untuk kasus analisa percemaran air sungai perlu dilakukan pengambilan sampel (sampling) yang beragam. Hal tersebut dikarenakan air sungai telah mengalami perubahan selama berhari-hari atau lebih. Oleh karena itu untuk memperoleh sampel yang mewakili keadaan sesungguhnya, maka dipilih tiga jenis sampel, yaitu: sampel sesaat, sampel gabungan waktu dan sampel gabungan tempat.



Jenis-Jenis Sampel Air dalam Teknik Sampling

1) Sampel Sesaat

Pada dasarnya metode pengambilan sampel sesaat ini dapat dipakai untuk sumber alamiah, tetapi tidak mewakili keadaan air buangan atau sumber air yang banyak dipengaruhi bahan buangan. Apabila suatu sumber air atau air buangan diketahui mempunyai karakteristik yang banyak berubah, maka beberapa sampel sesaat diambil berturut-turut  pada jangka waktu tertentu dan melakukan pemeriksaan secara terpisah. Jangka waktu pengambilan sampel tersebut dapat berkisar antara 5 menit sampai 1 jam atau lebih dan periode pekerjaan pengambilan sampel dilakukan selama 24 jam. Sampel sesaat dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan beberapa parameter seperti pengukuran suhu, pH, kadar gas terlarut, oksigen terlarut, karbon dioksida, sulfida, sianida dan klorin.

2) Sampel Gabungan Waktu

Metode pengambilan sampel gabungan waktu tidak dapat dilakukan untuk pemeriksaan beberapa unsur yang memerlukan pemeriksaan sampel sesaat. Umumnya pengambilan sampel dilakukan terus-menerus selama 24 jam. Namun dalam beberapa pengambilan sampel perlu dilakukan secara intensif untuk jangka waktu yang lebih pendek, misalnya hanya selama periode beroperasinya industri atau selama terjadinya proses pembuangan limbah. Hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan sampel gabungan waktu adalah setiap sampel yang dicampurkan harus mempunyai volume yang sama. Apabila volume akhir dari suatu sampel gabungan 2 liter sampai 3 liter, maka sampel diambil sebanyak 100 sampai dengan 120 mL setiap selang waktu 1 jam selama periode 24 jam. Adapun hasil pemeriksaan sampel gabungan waktu menunjukkan keadaan rata-rata dari tempat tersebut dalam suatu periode.

Baca JugaTahapan dan Metode Pengolahan Limbah Cair Industri

3) Sampel Gabungan Tempat

Metode pengambilan sampel gabungan tempat berguna apabila diperlukan pemeriksaan kualitas air dari suatu penampang aliran sungai yang dalam atau lebar, atau bagian-bagian penampang tersebut memiliki kualitas yang berbeda. Umumnya metode ini tidak dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air danau atau waduk, sebab kualitas air danau atau waduk menunjukkan gejala yang berbeda kualitasnya karena kedalaman atau lebarnya. Untuk pemeriksaan kualitas air danau atau waduh selalu digunakan metode pemeriksaan secara terpisah. Adapun hasil pemeriksaan sampel gabungan tempat menunjukkan keadaan rata-rata dari suatu daerah atau tempat pemeriksaan.


Cara Pengambilan Sampel Air

Pengambilan sampel dapat dilakukan secara manual atau secara otomatis tergantung dari keperluan dan fasilitas yang ada. Masing-masing cara mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Hal-hal yang perlu dipastikan dalam melaksanakan prosedur pengambilan sampel (khususnya sampel air), yaitu:
1. Sampel yang diambil dapat mewakili sumber daya air yang bersangkutan.
2. Terhindar dari kontaminasi sekunder (zat pengotor).
3. Sifat fisik dan kimia sampel air dipertahankan sampai pada proses analisa. 

1) Cara Manual

Pengambilan sampel secara manual mudah diatur waktu dan tempatnya, serta dapat menggunakan bermacam-macam alat sesuai dengan keperluannya. Apabila diperlukan volume sampel yang lebih banyak, sampel dapat diambil lagi dengan mudah. Selain itu biaya pemeliharaan alat dengan cara ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan cara otomatis. Akan tetapi keberhasilan pengambilan sampel secara manual sangat tergantung pada keterampilan petugas yang melaksanakannya. 

Pengambilan sampel secara manual yang berulang-ulang dapat menyebabkan perbedaan perlakuan yang dapat mengakibatkan perbedaan hasil pemeriksaan kualitas air. Pengambilan sampel secara manual sesuai untuk diterapkan pada pengambilan sampel sesaat pada titik tertentu dan untuk jumlah sampel yang sedikit. Sedangkan untuk pengambilan sampel yang rutin dan berulang-ulang dalam periode waktu yang lama cara manual memerlukan biaya dan tenaga kerja yang besar.

2) Cara Otomatis

Pengambilan sampel cara otomatis sesuai untuk pengambilan sampel gabungan waktu dan sampel yang diambil rutin secara berulang-ulang. Sampel dapat diambil pada interval waktu yang tepat secara terus-menerus dan secara otomatis dapat dimasukkan ke dalam beberapa botol sampel secara terpisah atau ke dalam satu botol untuk mendapatkan sampel campuran. Hasil rata-rata selama periode pengukuran diketahui berdasarkan pemeriksaan sampel komposit. Adapun parameter seperti: oksigen terlarut, pH, suhu, logam terlarut dan bakteri tidak dapat diperiksa melalui pemeriksaan sampel air komposit. Hal ini disebabkan karena parameter tersebut dapat berubah oleh waktu atau dihasilkan suatu reaksi kimia antara zat-zat tersebut dari sampel-sampel yang berlainan.

Dewasa ini telah banyak peralatan mekanis yang dapat digunakan untuk mengambil sampel cara otomatis yang dirancang sesuai dengan keperluan pemakainya. Beberapa alat pengambil sampelotomatis dirancang khusus yang dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan karakteristik sumber air dan air limbah setiap waktu, debit air setiap waktu, berat jenis cairan dan kadar zat tersuspensi, serta terdapatnya bahan-bahan yang mengapung. Akan tetapi pengambilan sampel secara otomatis memerlukan biaya yang lebih mahal untuk konstruksi alat dan pemeliharaannya, serta memerlukan tenaga operator yang terlatih. Metode : SNI 03-7016-2004 tentang tata cara pengambilan sampel dalam rangka pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »